Social Icons

Pages

Senin, 09 Januari 2012

TENTtang SCOUT....!!!!!!!!

A. Sejarah Hidup Lord Bodden Powell
Pencetus berdirinya Gerakan Pramuka sedunia adalah Lord Bodden Powell. Beliau dilahirkan pada tanggal 22 Februari 1857 di London, Inggris. Nama sesungguhnya ialah Robert Stepenshon Smyth. Ayahnya adalah seorang Profesor Geometri di Universitas Oxford bernama Boden Powell yang meninggal ketika Stepenshon masih kecil.Lahirnya pendidikan Gerakan Pramuka diilhami oleh pengalamanpengalaman semasa hidupnya diantaranya adalah :a. Ditinggal ayahnya sejak kecil dan mendapat pembinaan watak dari ibunya.b. Latihan keterampilan berlayar, berenang, berkemah, olahraga dan lain lainnya didapat dari kakak-kakaknya.c. Boden Powell sangat disenangi teman-temannya karena selalu gembira, lucu, cerdas, suka bermain musik, bersandiwara, mengarang dan menggambar.d. Pengalaman di India sebagai Letnan Ass (pembantu Letnan) pada Resimen 13 Kavaleri yang berhasil mengikuti jejak kuda yang hilang. Dan ditemukan di puncak gunung, serta keberhasilan melatih panca indra kepada Kimball O’Hara.e. Pengalaman terkepung Bangsa Boer di Kota Mafeking, Afrika Selatan selama 127 hari dan kekurangan makan.f. Pengalaman mengalahkan Kerajaaan Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik Raja Dinizulu.Semua pengalaman hidupnya ditulis dalam sebuah buku yang berjudul ‘Aids to Scouting’. Buku ini sebenarnya berisikan petunjuk petunjuk kepada tentara muda inggris agar dapat melakukan tugas penyelidikan dengan baik. Buku ini sangat menarik bukan hanya bagi para pemuda bahkan juga orang dewasa.Seorang pemimpin Boys Brigade di Inggris yang bernama tuan William Smyth meminta beliau untuk melatih anggotanya sesuai dengan cerita-cerita pengalaman beliau yang terdapat dalam buku ‘Aids to Scouting’. Akhirnya dipanggillah 21 pemuda dari Boys Brigade dari berbagai wilayah negeri Inggris untuk diajak berkemah dan berlatih di pulau Brownsea pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari. Pada tahun 1901 beliau meminta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letnan Jendral. Pada tahun 1929, beliau mendapat titel Lord dari Raja George. Beliau menikah dengan Olave St Clair Soames dan dianugrahi 3 orang anak. Beliau meninggal pada tanggal 8 Januari 1941 di Nyeri, Kenya, Afrika.
B. Tahun-tahun Penting Dalam Sejarah Kepramukaan Dunia.
Awal tahun 1908 Bodden Powell menulis pengalamannya dalam sebuah buku yang berjudul ‘Scouting For Boys’, buku ini sebagai pembungkus acara latihan kepramukaan yang dirintisnya. Pada mulanya latihan ini ditujukan kepada anak laki-laki usia penggalang yang disebut Boys Scout. Tetapi kemudian atas bantuan Agnes adik perempuannya didirikan sebuah organisasi kepramukaan putri yang diberi nama Girl Guides yang kemudian dilanjutkan oleh Nyonya Boden Powell.b. Tahun 1914 Bodel Powell mulai menulis petunjuk untuk kursus pembina Pramuka. Rencana ini baru dapat dilaksanakan pada tahun 1919. Dari sahabatnya yang bernama W.F.de Bois Macleren, Boden Powell mendapat sebidang tanah di Chingford, yang digunakan sebagai tempat pendidikan pembina Pramuka. Tempat ini terkenal dengan nama Gillwel Park.c. Tahun 1916 berdiri kelompok pramuka usia siaga yang disebut CUB (Anak Serigala) dengan buku The Jungle Book, berisi tentang cerita Mowgli anak didikan rimba (anak yang dipelihara di hutan oleh induk serigala) karangan Rudy Kipling sebagai cerita pembungkus kegitan CUB tersebut.d. Tahun 1918 Boden Powell membentuk Rover Scout (Pramuka usia penegak).e. Tahun 1920 diselenggarakan Jambore se-Dunia yang pertama di Arena Olympia, London. Boden Powell telah mengundang pramuka dari 27 negara yang pada saat itu Boden Powell diangkat sebagai Bapak Pandu Sedunia.f. Tahun 1922 Boden Powell menerbitkan buku ‘Rovering to Success’ (Mengembara menuju bahagia), yang berisi petunjuk bagi pramuka penegak dalam menghadapi hidupnya.g. Pada tahun 1920 dibentuk dewan internasional dengan 9 orang anggota dan biro sekretariatnya berada di London, Inggris.h. Pada tahun 1958 Biro Kepramukaan se Dunia (putra) dipindahkan dari London ke Ottawa di Kanada.i. Tanggal 1 Mei 1968 Biro Kepramukaan se Dunia (putra) dipindahkan lagi ke Genewa, Swiss. Sejak tahun 1920 sampai 1965 kepala Biro Kepramukaan se Dunia ini dipegang berturut-turut oleh Hubert Martin (Inggris), Kol J.S. Wilson (Inggris), Mayjen D.C Spry (Canada). Tahun 1965 DC Spray diganti oleh R.T Lund dan sejak 1968 sampai sekarang dipegang oleh DR. Lasza Nagy sebagai sekjen. Biro Kepramukaan sedunia (putra) hanya mempunyai 40 orang tenaga staf yang ada di Genewa dan di 5 kantor kawasan, yaitu di Costa Rica, Mesir, Philipine, Swiss dan Nigeria. Biro Kepramukaan sedunia putri sampai sekarang tetap berada di London dan juga mempunyai kantor di 5 kawasan yaitu Eropa, Asia Pasifik, Arab, Afrika dan Amerika Latin.

KabarIndonesia - Gerakan Pramuka di usianya yang lebih dari 48 tahun (lahir 14 Agustus 1961) menggambarkan betapa matangnya sosok organisasi kepanduan nasional ini berkiprah lewat jalur pendidikan. Pramuka yang identik dengan anak sekolahan mulai dari SD hingga SMA tentu secara langsung maupun tidak langsung pernah dialami oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Kita tidak asing lagi dengan istilah kepangkatan siaga, penegak, pembina. Bahkan dalam sopan-santun Pramuka, kita harus memanggil para senior maupun pembina dengan sebutan 'Kakak'. Ya, begitu membuminya Pramuka sehingga ingatan penulis langsung meneropong balik aktivitas Pramuka yang penuh dengan keceriaan, akrab dengan lingkungan dan alam, dan belajar bersolidaritas dengan sesama. 

Lalu quo vadis gerakan Pramuka saat ini? Di tengah-tengah parahnya kerusakan lingkungan hidup di negeri ini, adakah sesuatu yang dapat diberikan oleh adik-adik atau kakak-kakak Pramuka kita? Sudah barang tentu isu-isu lingkungan hidup menjadi agenda atau aktivitas pramuka setiap kali mereka melakukan kegiatan baik itu camping, Persami, hingga terjun menolong masyarakat yang terkena musibah atau bencana.  

Pada tulisan singkat ini, penulis yang juga pernah menjadi anggota Pramuka ketika SD, mengajak gerakan Pramuka Indonesia untuk menjadi lokomotif perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di negeri ini. Hal ini bukan berarti menyerahkan beban tanggung jawab lingkungan hidup kepada gerakan Pramuka, namun lebih membumikan gerakan ini menjadi salah satu mega asset nasional dalam pengelolaan lingkungan hidup yang berbasis pendidikan dasar dan menengah. Kita sadar pula, bahwa kerusakan lingkungan diakibatkan oleh keserakahan manusia yang cenderung menjadi penguasa tanah dan lingkungan. Namun demikian melihat kondisi ekologis Indonesia yang sangat memprihatinkan, maka sebuah anugerah apabila Pramuka ikut menjadi gerakan penghijauan di tanah air secara berkesinambungan.


Pramuka sebagai G
reen Inspirator
Praja Muda Karana yang kira-kira artinya rakyat muda yang suka berkarya menjadi kebanggaan bersama rakyat Indonesia. Betapa tidak bangganya, ternyata Pramuka Indonesia beranggota kurang lebih 21 juta jiwa. Wow, asset bangsa yang besar untuk mencetak kader-kader berwawasan lingkungan hidup. Bahkan di dunia, dari 27 juta anggota kepanduan dunia (WOSM = World Organization of Scout Movement), Indonesia penyumbang nomor satu dengan 21 juta anggota. Jumlah ini bukan rekayasa karena diucapkan oleh Kakak Prof. Azrul Azwar selaku Ketum Kwarnas kepada Pemimpin HOKI beberapa waktu lalu.

Betapa vitalnya peran Pramuka dalam perbaikan dan pemeliharaan lingkungan hidup di saat negara membutuhkan mereka. Maka dari itu, Pramuka patut menjadi garda terdepan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya lingkungan yang hijau, bersih, indah dan asri. “Yes, we can!” Meminjan slogan Kakak Obama (Presiden AS) sudah tentu terlintas harapan “Ya Kita Bisa” menjalankan gerakan Pramuka ini menjadi gerakan missioner melestarikan alam, hutan dan lingkungan di sekitar kita.

Oleh karena ini, dengan berperan sebagai green inspirator tentu akan memberikan nilai tambah tiada taranya bagi Pramuka saat ini dan saat yang akan datang. Lalu dimana letak peran Pramuka sebagaigreen inspirator? Mari kita tengok sebagai berikut:  

1. Gerakan Pramuka adalah “tritunggal” yang terdiri dari kaum anak-anak, pelajar, pemuda yang selalu berada dalam matra pendidikan. Artinya, menjadi pelajar adalah menjadi Pramuka. Pramuka lahir dari kepentingan pendidikan dan untuk pendidikan rakyat semesta.

2.  Gerakan Pramuka ada dalam dunia pendidikan formal. Oleh sebab itu melalui pendidikan kepanduan ini Pramuka layak menjadi role model pemeliharaan lingkungan hidup secara berkelanjutan (bukan sekedar pelaku seremonial). Caranya lewat metode praktek dan pembinaan seputar lingkungan hidup baik pemahaman akan potensinya maupun antisipasi terhadap bahaya acuh tak acuh. 

3.  Gerakan Pramuka adalah gerakan kader pemimpin masa depan bangsa. Gerakan ini bisa dikatakan ada dalam semua dan untuk semua. Maksudnya semua orang telah mengetahui keberadaan Pramuka, mereka berbaur dengan lingkungan masyarakat dan sekolah. Persepsi ini harus menjadi sumber kekuatan gerakan pandu ini untuk merevitalisasi keberadaannya sebagai pencetak kader-kader berkualitas di masa depan, khususnya yang berwawasan ekologis, mencintai dan menggiati lingkungan hidup.


Green Goes to Pramuka
Pramuka tidak bakal kalah dengan kalangan NGO atau LSM lingkungan hidup. Apa sebabnya? Karena Pramuka memiliki potensi sumber daya manusia yang tidak akan ada habis-habisnya. Dibandingkan NGO yang banyak didirikan kalangan pemerhati setelah selepas masa remaja bahkan masa senja, maka Pramuka sejak usia dini telah ditanamkan  modal cinta lingkungan bahkan giat berlingkungan.

Hijaunya Pramuka adalah hijaunya negara. Pramuka harus menjadi organisasi yang mempersiapkan kaum pelajar menjadi elit pemimpin hijau setidak-tidaknya dalam komunitas masyarakat menjadi warga hijau yang peduli dan aktif memelihara lingkungan hidup. Hal ini mengantisipasi semakin acuh tak acuhnya masyarakat dan lemahnya penegakan hukum terhadap kerusakan lingkungan hidup. Karena dari Praja Karana ini, mereka dapat mengemban tugas ‘bangsa’ yang berpahala ganda, baik secara sosial lingkungan maupun kepada Tuhan YME selaku pencipta alam lingkungan.  

Model apa yang dapat membawa Pramuka menjadi gerakan penghijauan?  
  1. Model pembelajaran Pramuka harus dikombinasikan dengan model kegiatan cinta hutan dan taman. Pramuka mendapat duta-duta gerakan penanaman sejuta pohon sekaligus memeliharanya dan memantaunya secara terus-menerus hingga pohon itu tumbuh sempurna. 
  2. Model penghijauan dilakukan di sekolah-sekolah dengan membuat sekolah lebih hijau, bersih dan cantik. Pramuka seyogyanya aktif bersama Pembina di sekolah membuat lubang biopori, hutan sekolah, taman sekolah, hingga membuat produk barang dari bahan-bahan bekas. 
  3. Model pembinaan semi eko-wisata, yaitu Pramuka mendapatkan pengetahuan dini mengenai manfaat dan fungsi hutan secara berkesinambungan. Manfaat hutan secara ekonomi, sosial, ekologis hingga medis. Program ini harus dilakukan secara reguler, bukan hanya terpusat di Cibubur sebagai markas, namun terjun ke hutan-hutan  seantero nusantara.   
Jadi sekali lagi, gerakan Pramuka adalah asset strategis bangsa yang perlu dipertahankan dan terus didayagunakan, sehingga Pramuka selalu memancarkan sinar pandu yang gemilang dan bermanfaat untuk bangsa dan negara.(*)       





Tidak ada komentar:

Posting Komentar